Saat aku melihat seorang wanita duduk di bawah lampu taman
Ia menggenggam setangkai bunga di kehidupan malam
Ia tak dapat lagi berkisah tentang dirinya
Tak dapat lagi bercerita tentang sosok lelaki impiannya
Yang hanya menatapi setangkai bunga itu
Menatap bunga itu dengan perasaan sedih
Sehingga tak dapat lagi ia membedakan air mata dan pilunya hidup
Namun ia tersadarkan saat diriku datang menghampirinya
Ia berusaha menyembunyikan perasaan sedihnya itu
Dan aku mencoba menghiburnya dari kesedihannya
Aku mencoba mengusap air matanya
Ia bagai menghiraukan apa yang diperbuat olehku
Ia mulai pergi dan meninggalkan aku
Dan hanya menyisahkan setangkai bunga serta air mata yang telah kuhapus
Semoga kita dapat bertemu kembali dalam suasana yang menggembirakan
Ia menggenggam setangkai bunga di kehidupan malam
Ia tak dapat lagi berkisah tentang dirinya
Tak dapat lagi bercerita tentang sosok lelaki impiannya
Yang hanya menatapi setangkai bunga itu
Menatap bunga itu dengan perasaan sedih
Sehingga tak dapat lagi ia membedakan air mata dan pilunya hidup
Namun ia tersadarkan saat diriku datang menghampirinya
Ia berusaha menyembunyikan perasaan sedihnya itu
Dan aku mencoba menghiburnya dari kesedihannya
Aku mencoba mengusap air matanya
Ia bagai menghiraukan apa yang diperbuat olehku
Ia mulai pergi dan meninggalkan aku
Dan hanya menyisahkan setangkai bunga serta air mata yang telah kuhapus
Semoga kita dapat bertemu kembali dalam suasana yang menggembirakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar